Pages

Kamis, 02 Februari 2012

Tokoh Inspirasi Alkitab 3 : Yusuf

Merupakan anak sulung dari istri yang paling dicintai. Ya, Yusuf adalah anak sulung Yakub dari Rahel. Yakub mempunyai dua istri yang notabene bersaudara kandung, Lea dan Rahel. Namun, Yakub lebih mencintai Rahel ketimbang Lea. Lho, terus kenapa Yakub memperistri keduanya? Tahu kan, kalo Ayah Lea dan Rahel, Laban, telah menipu Yakub. Jadi ceritanya begini: Yakub jatuh cinta saat pertama kali melihat Rahel dan memutuskan untuk menikahinya. Untuk memperistri Rahel, Laban meminta Yakub untuk bekerja dengannya selama 7 tahun. Setelah genap 7 tahun, Yakub menagih janjinya pada Laban. Oh ya, Laban ini adalah paman Yakub. Laban pun mengadakan pesta perkawinan dan mengundang sanak saudaranya. Saat dilihat Yakub istrinya, tampaklah kalo itu Lea, bukan Rahel. Katanya di daerah tempat tinggal Laban menikahkan saudara yang lebih muda mendahului kakaknya itu tidak biasa. Jadi Yakub harus menggenapi 7 hari perkawinannya dengan Lea dan bekerja 7 tahun lagi pada Laban untuk mendapatkan Rahel. Alkitab mencatat kalo Yakub tidak merasa lelah bekerja sangat lama pada Laban karena cintanya yang begitu besar kepada Rahel.

Tapi inti dari tulisan ini adalah mengenai sedikit kisah hidup Yusuf. Di antara saudara-saudaranya yang lain, Yusuf adalah anak yang paling dikasihi ayahnya. Yakub sampai menghadiahkan jubah yang sangat indah kepada Yusuf. Kasih yang diberikan oleh Yakub kepadanya melebihi yang diberikan kepada saudara-saudaranya yang lain. Hal ini tentu saja membuat saudara-saudaranya merasa cemburu. Mungkin di antara kita juga ada yang merasa cemburu ketika kakak atau adik kita diperlakukan “lebih baik” di mata kita.
Pada suatu hari, Yusuf bermimpi mengenai berkas gandumnya yang berdiri tegak dan berkas gandum saudara-saudaranya sujud menyembah berkas gandum Yusuf. MImpi ini lalu diceritakan kepada saudara-saudaranya. Sudah dibenci, tambah dikasih cerita seperti ini ya tambah dibencilah Yusuf. Lalu Yusuf bermimpi lagi, kali ini mimpinya tentang matahari, bulan, dan 11 bintang sujud menyembah kepadanya. Mimpi ini diceritakannya lagi sehingga membuat saudara-saudaranya iri hati.
Bukannya mengeluh pada ayah mereka yang “pilih kasih”, saudara-saudara Yusuf justru berniat menyingkirkan Yusuf dari rumah. Memangnya Yusuf sampai berlutut di depannya Yakub biar dijadikan anak kesayangan? Mengapa Yusuf yang dipersalahkan? Mungkin dengan tidak adanya Yusuf di rumah, Yakub bsa lebih adil dalam mengasihi anak-anaknya yang lain.
Suatu hari, Yusuf disuruh sama ayahnya untuk melihat keadaan saudara-saudaranya yang sedang menggembalakan kambing domba lalu kembali dan melaporkannya kepada ayahnya. Sebagai anak kesayangan, Yusuf tidak bertindak semena-mena dengan tidak patuh pada ayahnya. Ia menuruti perintah ayahnya lalu pergi untuk melihat kondisi saudara-saudaranya. Dari jauh Yusuf telah kelihatan oleh saudara-saudaranya. Sebelum ia mendekat, saudara-saudaranya telah membuat rencana untuk membunuhnya. Namun, yang paling tua di antara mereka, Ruben, menyarankan untuk tidak membunuhnya dan membuangnya ke dalam sumur. Maksudnya agar saat saudara-saudaranya yang lain pulang Ruben dapat mengeluarkan Yusuf. Saat mereka makan setelah memasukkan Yusuf ke dalam sumur, tampaklah oleh mereka kafilah orang Ismael. Mereka mengeluarkan Yusuf lalu menjualnya kepada orang Ismael tersebut. Mereka menipu ayah mereka dengan mengatakan kalo Yusuf sudah diterkam binatang buas sampai mati. Yusuf diperlakukan dengan buruk. Namun, Alkitab tidak mencatat kalau Yusuf kesal dan marah kepada saudara-saudaranya karena telah diperlakukan seperti ini. Kalo kita mengalami hal seperti yang dialami Yusuf, bagaimana sikap kita?
Orang Ismael pergi ke Mesir lalu Yusuf dijual kepada Potifar. Alkitab mencatat kalo Tuhan menyertai Yusuf sehingga apapun yang dikerjakan Yusuf berhasil. Potifar melihat sendiri kalau Tuhan benar-benar disertai sama Tuhan, jadi Potifar memercayakan semua yang ada di rumahnya pada Yusuf (kecuali istrinya, lah). Baik sikap maupun paras Yusuf sangat manis, dan ini membuat istri Potifar jadi suka sama Yusuf. Nah, istri Potifar dari hari ke hari selalu membujuk Yusuf untuk tidur dengannya. Sampai suatu hari, tidak ada siapa-siapa di rumah Potifar selain istrinya dan Yusuf. Hmm, ini dimanfaatkan istri Potifar untuk memenuhi hasratnya, tapi Yusuf tetap menjaga kekudusannya dan lari meninggalkan istri Yusuf. Sialnya, baju Yusuf ketinggalan dan istri Yusuf membuat cerita palsu kalau Yusuf lah yang memaksa untuk tidur dengannya dan meninggalkan bajunya karena istri Yusuf berteriak tidak mau. Potifar pasti membela istrinya kan, jadi Yusuf dimasukkan ke penjara. Hal ini bukan berearti Tuhan meninggalkan Yusuf, Ia tetap beserta Yusuf yang ada di penjara.
Di penjara, Yusuf bertemu dengan juru minuman dan juru roti Firaun. Suatu hari keduanya bermimpi, lalu mimpinya ditafsirkan sama Yusuf. Karena Yusuf disertai Tuhan, tafsiran Yusuf terhadap mimpi kedua pelayan raja ini tepat, tidak ada yang meleset. Habis itu raja (Firaun) juga bermimpi. Mimpinya lalu ia ceritakan pada Yusuf. Ramalan Yusuf pun kembali tepat, apa yang terjadi persis sama seperti yang ditafsirkan Yusuf. Karena penyertaan Tuhan, Yusuf akhirnya mendapat jabatan yang sangat tinggi di Mesir.
Sementara itu, di daerah tempat tinggal Yakub dan keluarganya sedang terjadi kelaparan yang hebat. Oleh karena itu, Yakub menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir untuk mencari makanan. Dan akhirnya, saudara yang telah sekian lama terpisah ini bertemu! Nah, apa yang Yusuf lakukan? Dia mengusir saudara-saudaranya? Dia menyuruh orang untuk menangkap mereka? Dia berpura-pura lupa akan saudaranya? Kalo kita di pihak Yusuf, mungkin itu yang kita lakukan ya? Itu kan kita, bukan Yusuf. Yusuf malah menganggap seolah-olah masa lalunya tidak pernah terjadi dan ia menerima saudara-saudaranya dengan tangan terbuka. Ia juga memerintahkan untuk membawa ayahnya pula ke Mesir. Ternyata mimpinya benar-benar terjadi, ya?
Saudara-saudara yang dikasih Tuhan Yesus Kristus, seringkali masalah datang silih berganti dalam kehidupan kita. Masalah itu bahkan bisa sampai membuat kita terpuruk, seperti jatuh dari bagasi pesawat tanpa parasut (maksudnya?). Namun, satu hal yang kita harus tahu dan pegang teguh dalam hati sebagai anak Tuhan yaitu Tuhan sedang merenda suatu karya yang agung mulia bagi kita. Tetap tekun bersekutu dan berserah pada Tuhan. Jika kita percaya, bukan tidak mungkin kita mengalami seperti atau lebih daripada yang dialami Yusuf. Apakah Bapa yang kita puji dan sembah pilih kasih?

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More