Pages

Minggu, 26 Agustus 2012

Manfaat Mandi Air Hangat

Jika Anda kuat mandi dengan air panas, silakan. Hanya saja, tidak disarankan untuk berlama-lama. Lebih baik adalah mandi dengan air suam-suam kuku alias air hangat. Menurut situs Live Strong, guna mandi air hangat adalah:

1. Meningkatkan sirkulasi
Air hangat dapat merawat rasa sakit pada otot dan persendian yang disebabkan oleh artritis, otot sobek, dan kelelahan. Rasa hangat akan merangsang sirkulasi dan aliran darah. Pada waktu bersamaan, terjadi pelemasan sendi, tendon, jaringan dan otot. Walau tidak menyembuhkan secara permanen, lima menit mandi air hangat dapat mengurangi sakit, merangsang penyembuhan, dan mengurangi radang.

2. Membersihkan kulit
Pori yang tersumbat dapat menyebabkan blemish dan penumpukan toksin pada kulit. Air hangat akan membuka pori, membuatnya mudah untuk dibersihkan, dan segala kotoran pun terlepas. Bilas dengan air dingin, sehingga pori akan menutup kembali.

3. Pemanasan sebelum latihan
Mandi air hangat pada pagi hari adalah cara efektif untuk memanaskan tubuh sebelum olahraga pagi. Ketika Anda bangun tidur, otot-otot bisa jadi dalam keadaan kaku. Mandi air hangat dapat membantu melemaskan otot dengan melancarkan peredaran darah.

4. Menghilangkan leher dan bahu yang pegal
Selain dipijit, mandi air hangat bisa untuk mengurangi leher dan bahu yang pegal dan kaku. Guyur bagian yang kaku dengan air hangat selama beberapa menit untuk merilekskan otot.

5. Meredakan batuk
Uap dari air hangat dapat melegakan dahak dan menyingkirkannya. Dahak menyebabkan batuk atau tenggorokan nyeri. Menambahkan minyak ekaliptus ke kulit atau ke udara akan membuat Anda bernapas lebih mudah.

6. Mengurangi stres dan insomnia
Mandi air hangat adalah penenang alami. Jika Anda sedang stres atau kesulitan tidur, mandilah air hangat selama 10 menit untuk menenangkan tubuh, pikiran, dan saraf.


Source: health.kompas.com

Saat Teduh 26 Agustus 2012

BELAJAR DARI SEMUT
Amsal 6 : 6 - 11

Semut termasuk binatang yang kecil dan lemah. Namun yang unik adalah melihat kenyataan bahwa semut termasuk salah satu binatang yang survive di tengah seleksi alam yang terus terjadi. Tak hanya itu, semut juga memiliki cara kerja yang sangat hebat, hingga Salomo sampai pebisnis modern menganjurkan agar kita belajar dari semut. Apa yang bisa kita pelajari dari semut?
  1. Semut adalah binatang yang sangat rajin.
    Kita tidak akan pernah melihat semut yang bengong sendirian. Kalau ada semut yang tidak bergerak, bisa dipastikan itu adalah semut mati. Semut adalah binatang yang rajin dan selalu bergerak ke sana ke mari untuk bekerja. Tak heran kalau semut tak pernah mati kelaparan. Apakah kita juga bekerja dengan rajin seperti semut? 
  2. Semut adalah binatang yang tak pernah menyerah.
    Tak kenal menyerah adalah sifat khas semut. Kalau tidak percaya, lakukanlah percobaan ini. Tangkaplah 
    seekor semut, lalu cobalah untuk meletakkan sesuatu untuk merintangi langkahnya. Saat melihat jalan di depannya ada hambatan, semua tidak akan duduk termenung, meratapi nasib yang malang dan pulang dengan rasa kecewa. Semut akan berusaha dengan segala cara untuk melewati hambatan itu. Bisa lewat atas, lewat bawah, lewat jalan memutar, bahkan kalau perlu bersama dengan semut-semut yang lain akan memindahkan rintangan tersebut!
  3. Semut adalah binatang yang mandiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri. 
    Amsal 6:7 menulis, biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya, atau penguasanya... Meski tidak ada yang mengawasi, semut akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Bukankah kita yang hanya bekerja kalau diawasi atasan atau bos harusnya malu melihat kenyataan ini?
  4. Semut adalah tim yang luar biasa. 
    Mereka sangat ahli dalam menyampaikan informasi, sehingga tak perlu heran kalau dimana ada satu makanan, ribuan semut tiba-tiba sudah mengerumuninya. Semut punya tim yang hebat, sehingga dengan kerja sama yang baik, mereka bahkan bisa mengangkat makanan yang beratnya berkali lipat dari berat badannya.
Adakah kita bisa belajar dari semut tentang membangun tim yang sukses?


Source: www.renungan-spirit.com

Selasa, 08 Mei 2012

Olahraga Permainan Padatkan Tulang Anda


Beragam jenis olahraga permainan seperti basket, voli, tenis dan sepakbola, memang menyenangkan untuk dilakukan. Selain dapat meningkatkan vitalitas, juga bermanfaat untuk menjagar tulang kita makin sehat dan tidak mengeropos (osteoporosis).

Menurut Journal of Bone and Mineral Research, edisi Mei, kegiatan olahraga permainan dan olahraga lainnya seperti berenang dan angkat beban bermanfaat dalam meningkatkan massa tulang serta melindungi tulang agar terhindar dari osteoporosis di kemudian hari.

“Orang yang berolahraga mulai dari usia 19 sampai 24 tidak hanya mendapat manfaat dengan padatnya tulang, tapi juga membentuk tulang yang lebih besar dibandingkan orang-orang yang tidak berolahraga” kata Mattias Lorentzon dari University of Gothenburg, di Swedia.

Olahraga yang di dalamnya ada gerakan melompat dan berlari terkait dengan meningkatnya perlindungan tulang. Lorentzon dan tim menyebutkan bahwa basket, voli, sepak bola dan tenis merupakan jenis kegiatan yang cukup baik untuk membangun massa tulang. Kegiatan tersebut mendorong tubuh untuk membentuk jaringan tulang baru.

Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi tipis dan kurang padat sebanyak 16 persen pada wanita dan 4 persen pada pria usia 50 tahunan. Tulang yang lebih besar dengan massa yang lebih banyak akan mencegah osteoporosis.

“Osteoporosis sebenarnya sudah mulai terjadi di usia 25 tahun ketika tulang mulai kehilangan sedikit demi sedikit jaringannya,” kata Lorentzon. Semakin banyak Anda bergerak, Semakin kuat tulang Anda, katanya.


Source: www.kompas.com

Saat Teduh 08 Mei 2012

USAHA MENJARING ANGIN
Yohanes 4 : 1-42





Semuanya dimulai dari sebuah keinginan. Keinginan yang tak banyak. Kita hanya menginginkan satu hal saja. Satu pekerjaan baru. Sebuah rumah baru. Seorang pasangan. Sebuah mercy sederhana. Sejumlah deposito, tak banyak juga tak apa. Atau bagaimana dengan sebuah jabatan baru? Seandainya keinginan kita sudah tercapai tentu kita akan merasa sangat puas dan perburuan tentang “hal-hal duniawi” itu akan berakhir, demikian kita berpikir.
Nyatanya? Pekerjaan kita yang baru terasa membosankan dan kita menginginkan pekerjaan yang lain. Rumah kita baru rupanya tak begitu bagus, apalagi jika kita melirik rumah tetangga sebelah. Mobil Mercy kita ternyata juga tak cukup mengangkat derajat kita, rasanya kita butuh mobil lain. Awalnya kita sangat puas dengan deposito yang kita miliki, tapi itu tak cukup memasukkan nama kita dalam daftar konglomerat. Jabatan baru ternyata sangat mengasyikkan, tapi lebih asyik lagi kalau bisa menggeser posisi atasan. Hidup dengan pasangan memang sangat indah, tapi sayang itu dulu... sekarang kita mulai lirik-lirik yang lain, siapa tahu dulu kita salah mengambil tulang rusuk.
Keinginan manusia tak ada habisnya. Kita tidak akan pernah puas. Bahkan ketika seisi dunia sudah menjadi milik kita, tak menutup kemungkinan kita masih menginginkan planet yang lain. Ini fakta yang sangat alkitabiah : dunia tidak akan pernah bisa memuaskan kita! Tahu keinginan dunia tak ada habisnya, tak seharusnya kita terpikat dan terjerat dengan semua keinginan ini. Semuanya hanya akan berujung pada kesia-siaan belaka.
Kita bukan berasal dari dunia. Kita adalah warga surga, itu sebabnya biarkanlah Allah yang memuaskan kita. Ya, hanya Allah yang bisa memuaskan kita, bukankah Yesus pernah berkata, “Barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya.” Sungguh bodoh kalau kita menghabiskan semua waktu, tenaga, dan semua yang kita miliki hanya untuk mengejar sebuah keinginan yang tak ada habisnya. Mengutip perkataan Salomo, itu semua adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin. Sebaliknya, sungguh bijak orang yang mengejar perkara-perkara rohani lebih daripada perkara duniawi, karena ia akan mendapat kepuasan yang sejati dalam hidup.
Tata ulang prioritas hidup Anda. Kejarlah hal-hal rohani lebih daripada keinginan duniawi.


Source: www.renungan-spirit.com

Senin, 07 Mei 2012

Olahraga Terbukti Tingkatkan Kemampuan Otak


Olahraga ternyata tidak hanya membuat otot tubuh menjadi kuat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan fungsi memori otak. Hal itu setidaknya terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Kirsten Hotting, PhD dari University of Hamburg, Jerman.
Berdasarkan kajiannya yang dipublikasikan dalam Health Psychology itu, Hotting menemukan bahwa pria paruh baya dan wanita yang bersepeda atau melakukan peregangan rutin dan koordinasi selama dua jam seminggu selama enam bulan memiliki perbaikan dalam memori dan kemampuan berpikir lainnya.
"Menggabungkan berbagai bentuk latihan mungkin dapat memberikan efek menguntungkan pada fungsi otak," katanya.
Para ahli mengatakan, pada orang dewasa yang berusia lanjut, daerah otak yang berhubungan dengan memori (hippocampus) cenderung akan menyusut. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa daerah otak yang disebuthippocampus dapat kembali tumbuh dan berkembang setelah mereka (orang berusia lanjut) mulai melakukan aktivitas fisik. Pertumbuhan ini biasanya disertai peningkatan fungsi memori.
Dalam riset teranyarnya itu, Hotting lebih memfokuskan penelitian pada individu dewasa setengah baya. Ia melakukan evaluasi terhadap 68 pria aktif dan wanita berusia antara 40-56 tahun. Setiap relawan diminta melakukan olahraga ringan, seperti peregangan dan bersepeda. Sebagai pembandingnya, peneliti juga melibatkan 18 orang yang diketahui tidak aktif secara fisik.
Hotting mengatakan, sebelum dilakukan penelitian, semua relawan menjalani tes kebugaran jantung. Setiap program diawasi dan berlangsung selama satu jam, dua kali dalam seminggu.
"Pelatihan atau koordinasi peregangan dimulai dengan tahap pemanasan singkat, diikuti dengan peregangan dan penguatan otot-otot utama dari tubuh secara keseluruhan," katanya.
"Latihan koordinasi didefinisikan sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa latihan relaksasi," tambahnya.
Sebelum dan sesudah penelitian, peneliti juga sudah mengukur tingkat memori dan kemampuan berpikir lainnya. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok bersepeda mengalami peningkatan kebugaran jantung mereka sebesar 15 persen. Sementara kelompok yang melakukan peregangan dan tidak aktif tidak memiliki perubahan nyata dalam kebugaran mereka.
Namun demikian, pada kelompok yang melakukan aktivitas bersepeda dibarengi dengan peregangan mendapatkan nilai lebih baik saat menjalani tes memori belajar ketimbang kelompok yang tidak aktif. Peningkatan hasil ujian juga dikaitkan dengan peningkatan kebugaran. Hotting mengungkapkan, penelitian lain telah menemukan bahwa peningkatan kebugaran terkait dengan perbaikan selektif dalam memori.

Source: www.kompas.com

Saat Teduh 07 Mei 2012

DOA TAK BERSYARAT
Daniel 3 : 1 - 30





Barangkali kita sudah sering mendengar tentang kasih tanpa syarat. Kasih tanpa syarat ditunjukkan oleh orang tua kita kepada kita anak-anaknya. Mereka tetap mengasihi dan merawat kita tidak peduli seperti apa keadaan kita. Kasih tanpa syarat juga ditunjukkan oleh Bapa kita di Sorga. Anugerah keselamatan-Nya diberikan bukan karena kebaikan kita, namun semata-mata karena kemurahan-Nya. Tapi, pernahkah kita mendengar tentang doa tak bersyarat? Itulah doa yang dinaikkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego.
Ketika ancaman dapur api sudah di depan mata, dengan lantang mereka berkata,”Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Dan. 3:17-18) Bayangkan betapa tersentuhnya hati Tuhan mendengar pengakuan iman seperti itu. Saya membayangkan Sorga langsung gempar! Para malaikat menggeleng-gelengkan kepala dan bersorak sorai, air mata haru Bapa di Sorga menitik di pipi-Nya.
Beranikah kita mengucapkan doa seperti yang diucapkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Bisakah kita tetap mengucap syukur seandainya jawaban doa Tuhan enggak sesuai dengan harapan kita? Mampukah kita tetap berkata “Tuhan itu baik” meski kenyataannya pahit bagi kita? Kita patut bersyukur memiliki Bapa yang begitu baik. Tuhan tidak pernah meremehkan iman sebesar biji sesawi sekalipun. Ketika kita sungguh-sungguh berdoa dengan iman, mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati - maka lihatlah Tuhan justru bekerja dengan cara-Nya yang ajaib menolong dan menyelamatkan kita. Di akhir cerita kita tahu Sadrakh dkk. selamat dari dapur api. Terjemahan King James menyebutkan pengakuan Nebukadnezar ,”Lo, I see four men loose, walking in the midst of the fire, and they have no hurt; and the form of the fourth is like the Son of God.” (Dan.3:25) Orang yang keempat yang dilihat Nebukadnezar dalam perapian itu rupanya seperti Anak Allah. Yesus sendiri hadir menyertai mereka, berjalan di dalam api untuk menyelamatkan mereka. Haleluya!


Source: www.renungan-spirit.com

Minggu, 06 Mei 2012

Bebaskan Depresi dengan Olahraga Jalan Kaki


Bila saat ini Anda tengah dirundung tekanan dan depresi, tak ada salahnya mencoba solusi murah meriah yang satu ini. Berjalan kakilah secara rutin di pagi hari sambil sambil menghirup udara segar! 
Ya, melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki ternyata dapat membantu mengurangi gejala depresi. Ini adalah kesimpulan dari penelitian terbaru para ilmuwan dari University of Stirling Skotlandia.

Seperti diketahui, melakukan olahraga rutin terutama yang dilakukan secara aktif dan enerjik terbukti dapat membantu pasien dalam mengurangi gejala depresi. Akan tetapi, manfaat aktivitas ringan bagi pemulihan depresi masih belum jelas. 

Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam  journal Mental and Physical Activitymenunjukkan, berjalan kaki pun ternyata memiliki manfaat yang besar bagi pemulihan gejala depresi.

Peneliti mengungkapkan, satu dari 10 orang mungkin pernah mengalami depresi di beberapa titik dalam kehidupan mereka. Kondisi ini bisa diatasi dengan menggunakan obat, tetapi kebanyakan dokter umumnya menganjurkan untuk melakukan olahraga bila mengalami gejala depresi ringan.

Peneliti menjelaskan, berjalan  kaki adalah intervensi yang efektif untuk mengatasi depresi dan efeknya sama ketika seseorang melakukan latihan olahraga yang enerjik.

"Berjalan memiliki keuntungan yang mudah dilakukan oleh kebanyakan orang karena tidak mengeluarkan biaya sama sakali dan relatif mudah untuk diterapkan dalam kegiatan hidup sehari-hari," ungkap Prof Adrian Taylor dari University of Exeter, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Namun, Taylor mengingatkan perlunya lebih banyak penelitian tentang manfaat jalan kaki. Karena masih banyak pertanyaan tentang berapa lama harus berjalan, seberapa cepat dan apakah berjalan harus dilakukan dalam ruangan atau di luar ruangan.

"Keindahan dari berjalan adalah bahwa semua orang dapat melakukannya. Berjalan memiliki manfaat untuk kondisi kesehatan mental seperti depresi," kata Taylor, yang selama ini fokus mempelajari efek olahraga terhadap depresi, kecanduan dan stres dari University of Exeter.

Bagaimana olahraga dapat membantu mengatasi depresi masih belum jelas. Namun demikian, Taylor mengatakan, mungkin olahraga bisa menjadi pengalih perhatian dari perasaan cemas atau khawatir, memberikan rasa kontrol dan melepaskan hormon yang memberikan rasa ketenangan.

"Sangat penting untuk menemukan jenis latihan yang Anda gemari. Cobalah hal yang berbeda, seperti misalnya berjalan, bersepeda, berkebun," sambung Paul Farmer, dari sebuah organisasi sosial yang peduli tentang kesehatan mental.

"Berolahraga dengan orang lain dapat memiliki dampak yang lebih besar, karena menyediakan kesempatan kita untuk memperkuat jaringan sosial. Jadi ajaklah seorang teman untuk bergabung dengan Anda," tutupnya.


Source: www.kompas.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More