Pages

Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Oktober 2019

Tiba-tiba Tidak Sadar, Ditangani dengan Tepuk Lengan?

Apakah kamu pernah membaca sebuah tautan di media sosial, yang menunjukkan seseorang yang diketahui tiba-tiba tidak sadar dan setelah ditepuk lengannya beberapa kali menjadi sadar kembali? 
Kalau belum, coba deh lihat video ini:

https://youtu.be/95nNtuH8i6M

Kira-kira, benar gak sih tindakan tersebut? Kalau dalam ranah medis, suatu tindakan dapat diterapkan secara luas bila sudah evidence-based (berdasarkan bukti). Berarti tindakan ini benar dong? Kan ada buktinya?

Tunggu dulu, maksud lengkapnya adalah berdasarkan bukti ilmiah. Jadi sebelumnya sudah melalui serangkaian proses penelitian. Penelitian yang dimaksud bukan cuma 1-2 minggu saja, bisa berbulan-bulan bahkan hitungan tahun lho!

Jadi gimana? Hal tersebut dapat dipraktikkan luas oleh awam atau tidak? Sebelum diuraikan lebih lanjut, coba baca ini:

https://www.facebook.com/josua.siregar.5283/posts/456439458293914

Setelah melihat tautan tersebut, bagaimana pendapatmu sekarang?

Perlu diketahui bahwa sampai saat ini, pertolongan pertama yang paling efektif pada kondisi tiba-tiba tidak sadar adalah dengan kompresi/penekanan dada (sudah dibahas di artikel kemarin, kan?). Hal tersebut ditetapkan bukan karena dipraktekkan di satu orang saja lalu berhasil, namun sudah banyak orang yang diselamatkan karena tindakan kompresi dada (ya memang tidak semua, namun setidaknya sudah cukup jumlahnya untuk ditarik kesimpulan bahwa kompresi dada efektif). Sebaliknya, tepuk lengan/tepuk siku atau tepuk yang lain selain kompresi dada, belum diteliti secara ilmiah. Sehingga ada baiknya yang dipraktekkan secara luas saat ini ketika menemukan kasus serupa adalah kompresi dada ya?!

Cara dan contoh kompresi dada yang baik bisa dibaca pada artikel kemarin.

Mari kita menerapkan sikap cek dan ricek (bukan infotainment hehe) jika mendapat suatu informasi baru. Sangat dianjurkan untuk bertanya kepada ahli di bidang yang bersangkutan.

- waktumu tak akan terbuang percuma jika habis untuk menambah wawasan -

Rabu, 02 Oktober 2019

Saat Ada Orang yang Tiba-tiba Tidak Sadar, Apa yang Dapat Dilakukan?


Menurut penelitian terbaru, orang yang mengalami henti jantung memiliki harapan hidup dan kemungkinan untuk pulih sepenuhnya yang jauh lebih tinggi saat mendapatkan pertolongan segeradibanding mereka yang tidak. Dan lagi, penolong tidak harus memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Masyarakat pada umumnya juga bisa memberikan pertolongan jika pada suatu waktu menemukan seseorang tiba-tiba tidak sadarkan diri.


Penelitian tersebut menggarisbawahi keuntungan seorang saksi pada saat seseorang mengalami henti jantung yang terlatih untuk melakukan resusitasi jantung-paru. Pada saat ini, tindakan resusitasi bagi awam hanya dititikberatkan pada penekanan/kompresi dada dan hal ini bisa dipelajari dalam hitungan menit, begitu keterangan Don Weisman, Direktur Komunikasi American Heart Association untuk Hawaii.

Penelitian berjudul Penyintas Henti Jantung di Luar Rumah Sakit yang Kembali Bekerja, yang diterbitkan pada tanggal 4 Mei 2015 di jurnal Circulation, jurnal medis asosiasi jantung, menyelidiki perkembangan 4,354 pasien di Denmark yang sedang bekerja ketika mereka mengalami henti jantung antara tahun 2009 - 2011.

Mereka yang mendapatkan tindakan resusitasi jantung-paru oleh saksi mata memiliki kesempatan 38% lebih besar untuk bisa kembali bekerja dibandingkan mereka yang tidak mendapat pertolongan. Saat penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa resusitasi jantung-paru meningkatkan tingkat kemampuan bertahan hidup, penelitian ini memeriksa lebih jauh lagi apakah penyintas dapat kembali beraktivitas normal.

"Saat saksi mata melakukan resusitasi segera, hal tersebut membantu memastikan oksigen yang mencapai otak dalam kadar yang cukup, sehingga dapat meminimalisir kemungkinan kerusakan otak dan menyebabkan yang bersangkutan dapat kembali bekerja," kata ketua tim penulis, Kristian Kragholm, seorang dokter dan asisten klinis di Aalborg University Hospital di Aalborg, Denmark, dan seorang Anggota di Duke Clinical Research Institute di Durham.

Henti jantung merupakan kondisi malfungsi yang tiba-tiba di dalam sistem kelistrikan jantung, yang dapat menyerang termasuk orang yang sebelumnya sehat kapan saja dan biasanya fatal. Korban dari henti jantung akan pingsan, berhenti bernapas dan menjadi tidak responsif.

Sebaliknya, serangan jantung melibatkan blokade aliran darah menuju jantung. Korbannya biasanya sadar dan mengeluhkan nyeri, perasaan terikat atau tertimba beban berat pada dadanya. 

"Kalo serangan jantung masalahnya pada pembuluh darah, sedangkan henti jantung masalahnya pada kelistrikan jantung," kata Weisman. Saksi mata harus menghubungi nomor telepon darurat jika menemukan kasus tersebut dan melakukan resusitasi jantung-paru jika pasien tidak responsif, katanya.

Sebanyak 420,000 kejadian henti jantung terjadi di luar Rumah Sakit di Amerika Serikat setiap tahunnya, dan 90% korbannya meninggal menurut American Heart Association. Resusitasi jantung-paru dapat meningkatkan kemungkinan bertahan hidup, namun saksi biasanya ragu untuk melakukan intervensi disebabkan mereka tidak tahu caranya ata takut melukai korban.

"Saat ini resusitasi jantung paru mudah sekali untuk dipelajari," kata Weisman."Asosiasi jantung sejak beberapa tahun lalu muncul dengan pengetahuan baru yang menunjukkan bahwa resusitasi dengan tangan (kompresi dada) saja merupakan hal paling efektif yang dapat dilakukan awam dalam menyelamatkan kehidupan."

"Kamu tidak perlu memberikan bantuan napas kepada korban, karena hal tersebut justru menjadi penghambat," katanya lagi. "Lebih baik melakukan kompresi dada saja. Kuncinya adalah menghubungi nomor telepon darurat terlebih dahulu supaya kamu dapat bantuan entah itu pemadam kebakaran, polisi, atau ambulan dan mereka akan membawa defibrilator (alat kejut jantung)."

Jika seorang remaja atau dewasa tiba-tiba pingsan dan berhenti bernapas atau bergerak, saksi harus menghubungi nomor telepon darurat dan menekan dada korban secara kuat dan cepat tepat di tengah, dengan kecepatan setidaknya 100 kali per menit. Untuk anak dan bayi, asosiasi jantung masih merekomendasikan pemberian kompresi dada dan bantuan pernapasan.

Kebanyakan kasus henti jantung terjadi di rumah, sehingga orang pertama yang mungkin Anda selamatkan adalah orang yang dikasihi atau teman, kata Weisman.

Mengingat pentingnya peran saksi dalam menyelamatkan kehidupan, maka setiap orang perlu setidaknya tahu cara melakukan penekanan/kompresi dada yang baik. Adapun yang bisa dilakukan ketika menyaksikan seseorang tiba-tiba terjatuh, berhenti napas dan tidak responsif antara lain:

  1. Pastikan lingkungan sekitar kita aman, baik bagi korban maupun kita sebagai pihak yang akan memberikan pertolongan pertama.
  2. Segera minta bantuan orang lain untuk menghubungi nomor telepon darurat jika berada di keramaian.
  3. Tempatkan korban pada bidang datar yang keras dalam posisi terlentang.
  4. Cek kembali respons korban dengan memanggil, menepuk, atau memberikan rangsang nyeri. Perhatikan gerakan mata, tangan atau kaki, dan perkataan korban.
  5. Bila tidak ada respons, segera ambil posisi untuk memberikan kompresi dada. Penolong dalam posisi berlutut di sebelah kanan atau kiri korban, menempatkan tumit sisi tangan yang jarang digunakan tepat di tengah tulang dada korban, tangan satunya diletakkan di atasnya dengan posisi jari mengunci tangan di bawahnya. Kemudian lakukan kompresi dengan menjatuhkan badan. Jika dilakukan dengan baik, maka akan terasa titik tumpu berada pada pundak. Kompresi dada diberikan dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
  6. Kompresi dada dilakukan terus-menerus hingga bantuan medis tiba.
  7. Sebaiknya mencari beberapa orang untuk memberikan bantuan secara bergantian karena tindakan ini cukup melelahkan.
Berikut video contoh resusitasi jantung paru:

"Karena kita tidak perlu terjun ke medan perang untuk menyelamatkan kehidupan"


Rabu, 15 Januari 2014

(lagi) Gaya Hidup Sehat vs Penyakit Kronik

Baru-baru ini dipublikasikan suatu penelitian mengenai hubungan antara gaya hidup dengan insidensi (angka kejadian) penyakit kronik dan demensia. Dari penelitian yang dilakukan oleh pakar di United Kingdom ini didapatkan terdapat hubungan yang cukup signifikan. Orang yang memiliki gaya hidup yang baik cenderung mempunyai kemungkinan kecil terserang penyakit kronis seperti diabetes mellitus dan penyakit yang menyerang pembuluh darah. Selain itu, gaya hidup yang sehat juga meminimalisasi kemungkinan seseorang terserang demensia.
Diabetes mellitus dikenal juga sebagai kencing manis. Ada dua tipe diabetes mellitus, tipe I dan tipe II. Di antara kedua tipe tersebut, yang sering terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat adalah diabetes mellitus tipe II. Sedikit bercerita, diabetes mellitus (biasa disingkat DM) tipe II terjadi karena ketidakmampuan reseptor (penerima) glukosa dalam menyerap glukosa, sehingga konsentrasi glukosa di dalam darah seseorang tinggi. Akibat yang ditimbulkan sangat banyak. Glukosa merupakan sumber energy bagi organ2 tubuh, sehingga apabila tidak diserap maka organ2 tubuh akan kekurangan energy. Pasien DM juga lebih rentan terkena infeksi. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, seluruh bagian dalam tubuh seorang DM akan rusak dan menyebabkan kematian. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan DM. Saat ini para praktisi kesehatan hanya dapat mengendalikan kadar glukosa darah pasien DM. Karena itu, selagi bias dicegah lebih baik penyakit ini dicegah. Gaya hidup sehat seperti olahraga dan makanan yang bergizi (bukan mahal) adalah beberapa cara mencegahnya.
Pembuluh darah, ga perlu diceritakan lah ya? Tau kan kalo pembuluh darah fungsinya untuk mengalirkan darah ke setiap bagian tubuh? Kalo rusak, artinya pasokan darah akan terganggu dan akibatnya.. (silahkan dilanjutkan sendiri)
Demensia sering dikenal dengan istilah pikun, walaupun sebenarnya tidak sesederhana itu. Demensia sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, baik itu berdasarkan penyebabnya maupun periodenya. Demensia tentu saja sangat mengganggu kehidupan. Seseorang dengan demensia bias saja lupa meletakkan bolpen yang baru 5 menit lalu dipakainya. Lebih parah lagi, seorang dengan demensia bias keluar dari kamar mandi setelah mandi tanpa mengenakan busana. Sangat mengganggu, bukan?
Beberapa penyakit di atas sudah diteliti hubungannya dengan gaya hidup sehat. Dan hasilnya adalah semakin sehat gaya hidup seseorang, semakin kecillah kemungkinannya terserang beberapa penyakit di atas. Tunggu apa lagi?

*Penelitian di atas dipublikasikan dalam sebuah artikel berjudul Healthy Lifestyles Reduce the Incidence of Chronic Disease and Dementia : Evidence from the Caerphilly Cohort Study

Rabu, 01 Januari 2014

Sehatnya Tertawa

Humor adalah suatu hal yang infeksius. Suara tawa terbahak-bahak jauh lebih menular kalo dibandingkan dengan semua jenis batuk, pilek, maupun bersin (wow o.O). Tertawa menyebabkan orang-orang di sekitar "terikat" dan tawa juga meningkatkan rasa bahagia dan akrab antara orang yang tertawa dengan orang lain di sekitarnya. Tawa juga memicu munculnya perubahan fisik yang sehat di dalam tubuh. Humor dan tawa meningkatkan sistem imun, meningkatkan energi, mengurangi rasa sakit, dan melindungi kita dari bahaya stress. Yang paling baik tentu saja pengobatan ini menyenangkan, murah, dan mudah sekali untuk digunakan.
Tawa merupakan lawan yang tangguh untuk stress, rasa sakit atau konflik. Tidak ada yang dapat bekerja lebih cepat di dalam menyeimbangkan pikiran dan tubuh kita dibandingkan dengan tertawa. Humor akan meringankan bebanmu, memunculkan harapan, menghubungkan diri dengan orang lain, dan membuat kita jadi lebih fokus dan waspada. Dengan kekuatan dan kemampuannya untuk memulihkan dan memperbarui, semakin sering dan mudah untuk tertawa akan menjadi suatu hal yang sangat hebat dalam menaklukkan masalah, mempererat hubungan dengan sesama, dan mendukung kesehatan fisik dan jiwa.

Tertawa baik untuk kesehatan kita:

  1. Tertawa merelaksasi seluruh tubuh. Tertawa akan menurunkan tekanan fisik dan stress serta merelaksasi seluruh otot sampai 45 menit setelahnya.
  2. Tertawa meningkatkan sistem imun tubuh. Tertawa menurunkan jumlah hormon stress serta meningkatkan jumlah sel imun dan antibodi terhadap infeksi, sehingga daya tahan tubuh meningkat.
  3. Tertawa memicu pengeluaran endorfin. Endorfin adalah senyawa "perasaan baik" yang alami. Endorfin menimbulkan perasaan baik secara umum dan bahkan mampu mengurangi rasa sakit.
  4. Tertawa melindungi jantung. Tertawa memperbaiki fungsi pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah, yang dapat mengatasi serangan jantung serta keluhan kardiovaskuler lain.

Minggu, 26 Agustus 2012

Manfaat Mandi Air Hangat

Jika Anda kuat mandi dengan air panas, silakan. Hanya saja, tidak disarankan untuk berlama-lama. Lebih baik adalah mandi dengan air suam-suam kuku alias air hangat. Menurut situs Live Strong, guna mandi air hangat adalah:

1. Meningkatkan sirkulasi
Air hangat dapat merawat rasa sakit pada otot dan persendian yang disebabkan oleh artritis, otot sobek, dan kelelahan. Rasa hangat akan merangsang sirkulasi dan aliran darah. Pada waktu bersamaan, terjadi pelemasan sendi, tendon, jaringan dan otot. Walau tidak menyembuhkan secara permanen, lima menit mandi air hangat dapat mengurangi sakit, merangsang penyembuhan, dan mengurangi radang.

2. Membersihkan kulit
Pori yang tersumbat dapat menyebabkan blemish dan penumpukan toksin pada kulit. Air hangat akan membuka pori, membuatnya mudah untuk dibersihkan, dan segala kotoran pun terlepas. Bilas dengan air dingin, sehingga pori akan menutup kembali.

3. Pemanasan sebelum latihan
Mandi air hangat pada pagi hari adalah cara efektif untuk memanaskan tubuh sebelum olahraga pagi. Ketika Anda bangun tidur, otot-otot bisa jadi dalam keadaan kaku. Mandi air hangat dapat membantu melemaskan otot dengan melancarkan peredaran darah.

4. Menghilangkan leher dan bahu yang pegal
Selain dipijit, mandi air hangat bisa untuk mengurangi leher dan bahu yang pegal dan kaku. Guyur bagian yang kaku dengan air hangat selama beberapa menit untuk merilekskan otot.

5. Meredakan batuk
Uap dari air hangat dapat melegakan dahak dan menyingkirkannya. Dahak menyebabkan batuk atau tenggorokan nyeri. Menambahkan minyak ekaliptus ke kulit atau ke udara akan membuat Anda bernapas lebih mudah.

6. Mengurangi stres dan insomnia
Mandi air hangat adalah penenang alami. Jika Anda sedang stres atau kesulitan tidur, mandilah air hangat selama 10 menit untuk menenangkan tubuh, pikiran, dan saraf.


Source: health.kompas.com

Senin, 07 Mei 2012

Olahraga Terbukti Tingkatkan Kemampuan Otak


Olahraga ternyata tidak hanya membuat otot tubuh menjadi kuat, tetapi juga dapat membantu meningkatkan fungsi memori otak. Hal itu setidaknya terbukti dari penelitian yang dilakukan oleh Kirsten Hotting, PhD dari University of Hamburg, Jerman.
Berdasarkan kajiannya yang dipublikasikan dalam Health Psychology itu, Hotting menemukan bahwa pria paruh baya dan wanita yang bersepeda atau melakukan peregangan rutin dan koordinasi selama dua jam seminggu selama enam bulan memiliki perbaikan dalam memori dan kemampuan berpikir lainnya.
"Menggabungkan berbagai bentuk latihan mungkin dapat memberikan efek menguntungkan pada fungsi otak," katanya.
Para ahli mengatakan, pada orang dewasa yang berusia lanjut, daerah otak yang berhubungan dengan memori (hippocampus) cenderung akan menyusut. Penelitian sebelumnya juga telah menemukan bahwa daerah otak yang disebuthippocampus dapat kembali tumbuh dan berkembang setelah mereka (orang berusia lanjut) mulai melakukan aktivitas fisik. Pertumbuhan ini biasanya disertai peningkatan fungsi memori.
Dalam riset teranyarnya itu, Hotting lebih memfokuskan penelitian pada individu dewasa setengah baya. Ia melakukan evaluasi terhadap 68 pria aktif dan wanita berusia antara 40-56 tahun. Setiap relawan diminta melakukan olahraga ringan, seperti peregangan dan bersepeda. Sebagai pembandingnya, peneliti juga melibatkan 18 orang yang diketahui tidak aktif secara fisik.
Hotting mengatakan, sebelum dilakukan penelitian, semua relawan menjalani tes kebugaran jantung. Setiap program diawasi dan berlangsung selama satu jam, dua kali dalam seminggu.
"Pelatihan atau koordinasi peregangan dimulai dengan tahap pemanasan singkat, diikuti dengan peregangan dan penguatan otot-otot utama dari tubuh secara keseluruhan," katanya.
"Latihan koordinasi didefinisikan sebagai latihan keseimbangan, gerakan kompleks dari lengan dan kaki, dan sebagainya. Kemudian latihan diakhiri dengan beberapa latihan relaksasi," tambahnya.
Sebelum dan sesudah penelitian, peneliti juga sudah mengukur tingkat memori dan kemampuan berpikir lainnya. Hasil penelitian menunjukkan, kelompok bersepeda mengalami peningkatan kebugaran jantung mereka sebesar 15 persen. Sementara kelompok yang melakukan peregangan dan tidak aktif tidak memiliki perubahan nyata dalam kebugaran mereka.
Namun demikian, pada kelompok yang melakukan aktivitas bersepeda dibarengi dengan peregangan mendapatkan nilai lebih baik saat menjalani tes memori belajar ketimbang kelompok yang tidak aktif. Peningkatan hasil ujian juga dikaitkan dengan peningkatan kebugaran. Hotting mengungkapkan, penelitian lain telah menemukan bahwa peningkatan kebugaran terkait dengan perbaikan selektif dalam memori.

Source: www.kompas.com

Selasa, 01 Mei 2012

Stroberi dan Bluberi untuk Ketajaman Otak


Buah bluberi dan stroberi patut menjadi pilihan terbaik untuk makanan otak Anda. Sebuah studi teranyar menunjukkan bahwa makanan yang mengandung kadar flavonoid tinggi (stroberi, bluberi dan produk beri lainnya) dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif otak.

Penelitian yang diterbitkan  jurnal Annals of Neurology menemukan bahwa wanita yang makan satu porsi atau lebih bluberi atau dua porsi atau lebih stroberi seminggu bisa menunda penuaan kognitif pada otak hingga 2,5 tahun, ketimbang dengan mereka yang makan sedikit atau tidak makan produk beri sama sekali.

Dalam temuannya, peneliti melibatkan 16.010 wanita yang ikut bagian dalam Nurse Health Study. Dalam kajiannya, peneliti telah mencatat pola makan semua wanita sejak tahun 1980, dan mengukur fungsi mental partisipan pada usia 70 tahun atau lebih dan yang tidak mengidap stroke antara tahun 1995 dan 2001.

Peneliti mengukur fungsi kognitif peserta selama wawancara lewat telepon yang dilakukan dalam interval waktu 2 tahun. Kemudian peserta diminta untuk menjalani tes memori seperti mengulang setiap percakapan yang baru di dengar atau mengingat kata-kata atau angka-angka. Hasil temuan menunjukkan bahwa mereka yang makan lebih banyak buah beri memiliki otak lebih muda 2,5 tahun daripada mereka yang tidak makan buah beri.

Para peneliti menyimpulkan bahwa asupan tinggi flavonoid, senyawa yang ditemukan dalam tanaman yang memiliki antioksidan kuat dan anti-inflamasi, terutama dari beri, berfungsi dalam mencegah penurunan fungsi kognitif pada orang dewasa yang lebih tua.

Peneliti menjelaskan, stres dan peradangan (inflamasi), keduanya dapat berkontribusi dalam penurunan fungsi kognitif, namun dengan meningkatkan asupan flavonoid hal itu dapat ditekan.

"Kami memberikan bukti epidemiologi pertama bahwa buah beri dapat memperlambat perkembangan penurunan kognitif pada wanita lansia," kata peneliti utama Dr Elizabeth Devore di Brigham and Women Hospital dan Harvard Medical School di Boston. 

"Temuan kami memiliki implikasi yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat agar dapat meningkatkan asupan beri sebagai modifikasi diet yang cukup sederhana dalam memberikan perlindungan fungsi kognisi otak pada orang dewasa yang lebih tua," tambahnya

Meskipun efek konsumsi beri terlihat sangat membantu perbaikan memori, namun peneliti mengatakan bahwa ada makanan lain yang mengandung jumlah tinggi flavonoid seperti misalnya teh, bawang dan anggur merah.


Source: www.kompas.com

Senin, 30 April 2012

8 Makanan "Sehat" Ini Bisa Menjebak


Apakah Anda pernah menyantap makanan yang Anda pikir itu menyehatkan, tapi kemudian Anda tahu bahwa makanan itu sebenarnya kurang baik untuk dikonsumsi terlalu sering? Jangan malu jika jawabannya adalah Ya. 

Gencarnya promosi, iklan dan informasi yang tidak akurat mungkin menjadi salah satu faktor penyebab yang membuat Anda terjerumus dan salah memilih makanan sehat.

Untuk membantu membedakan mana makanan yang bisa dijadikan teman atau musuh, berikut penjabaran dua ahli diet yaitu Lauren Antonucci dan Lisa Moskovitz, yang juga ahli gizi olahraga di New York City.  Dua pakar ini akan membuka kedok beberapa makanan jahat yang bersembunyi di balik label "sehat".

1. Protein Bar

"Protein bar pada dasarnya adalah vitamin dan protein yang dimasukkan dalam sepotong permen. Mereka tampak seperti pengganti makanan ringan yang sehat, tetapi makanan ini sebenarnya bisa berisi lebih dari dua kali jumlah lemak dan karbohidrat dari brownies cokelat," kata Moskovitz

Untuk menghindari asupan kalori yang berlebihan, Anda dapat memilih protein bar dengan kandungan kalori kurang dari 180 kalori dan 5 gram lemak, serta menyediakan setidaknya 5 gram serat.

2. Buah kering

Dengan lebih dari 100 kalori yang terkandung dalam setiap seperempat porsi cangkir, Anda bisa menumpuk kalori dengan cepat saat menyantap buah kering. Antonucci merekomendasikan untuk memilih buah-buahan segar atau beku ketimbang menyantap buah kering.  Buah-buahan segar atau beku akan memberi sensasi lebih kenyang pada perut karena mengandung cairan yang lebih banyak.

"Dengan makan buah-buahan segar Anda akan bisa makan dalam porsi lebih banyak dengan jumlah kalori yang lebih sedikit dan merasa kenyang akibat cairan yang terkandung pada buah," kata Antonucci.

3. Margarin 

Mentega dan margarin memiliki bentuk yang nyaris sama. Keduanya pun bersaing ketat dan banyak dari Anda yang berpikir bahwa margarin yang terbuat dari lemak tumbuhan lebih menyehatkan bagi tubuh dibanding mentega yang terbuat dari lemak hewani. Tetapi menurut para ahli dari Mayo Clinic, persaingan keduanya dimenangkan oleh produk mana yang lebih alami. 

Meskipun margarin dan mentega memiliki nilai kalori yang tak jauh berbeda, tetapi margarin yang dijual di pasaran mungkin mengandung zat tambahan sehingga kandungan lemak transnya lebih tinggi, yang pada gilirannya akan meningkatkan kadar kolestrol buruk (LDL) dan menurunkan kadar kolesterol baik (HDL).  

"Lemak trans adalah salah satu unsur dalam makanan yang kami rekomendasikan untuk harus dihindari sepenuhnya," kata Moskovitz.

Sementara itu, mentega terbuat dari krim dan mengandung lemak jenuh yang tinggi. Tapi sisi baiknya, mentega relatif lebih alami karena tidak menggunakan bahan kimia atau manipulasi yang tidak perlu. Untuk menekan risiko sakit jantung, Moskovitz menyarankan memilih whipped butter atau mentega asli yang sudah dikocok untuk memasukkan udara ke dalamnya. Mentega kocok lebih sedikit kalori dan lemaknya daripada mentega biasa, berkat udara tersebut.

4. Yogurt

Yogurt adalah produk susu yang merupakan sumber penting kalsium dan vitamin D. Namun waspadalah dalam memilih yogurt. Beberapa jenis yogurt ditawarkan di pasaran ada yang memiliki kandungan lemak dan gula yang sangat tinggi.  Moskovitz menganjurkan untuk memilih yogurt plain atau tanpa rasa karena  menawarkan protein dua kali lebih banyak dan rendah karbohidrat.  Jadi, biasakan membaca label atau kandungan informasi gizi pada kemasan yogurt sebelum memutuskan untuk membelinya.

5. Selai kacang rendah lemak

Ketika para produsen mengurangi kandungan unsur lemak dari selai kacang, mereka menggantinya dengan gula. Akibatnya, selai kacang rendah lemak ini memiliki nilai kalori total yang sama seperti aslinya, tetapi memiliki jumlah karbohidrat dua kali lebih banyak. 

"Lebih baik memilih selai kacang biasa. Anda akan makan lebih sedikit, karena versi penuh lemak lebih memuaskan dan mengenyangkan," kata Moskovitz. 

6. Bran Muffin 

Bran muffin adalah makanan yang biasa menjadi teman minum kopi di pagi hari. Bahan dasarnya terbuat dari adonan roti yang diberi ragi dengan sebagian besar kalori yang berasal dari gula dan tepung halus. Satu potong muffin bisa mengandung hingga lebih dari 400 kalori dan kandungan lemaknya bisa sampai 15 gram. Bila Anda kadung menyukai muffin sebagai camilan, Antonucci menyarankan untuk membuat muffin sendiri di rumah dengan porsi yang terkontrol serta kandungan gula dan lemaknya yang rendah.

7. Burger

Banyak orang berpikir bahwa memesan burger kalkun, bukan daging sapi, akan membuat mereka tetap langsing. Jangan tertipu. Burger berisi kalkun memiliki lebih dari 600 kalori dan 30 gram lemak - dan itu tanpa roti atau topping. "Anda tidak perlu khawatir untuk memilih jenis daging pada burger. Anda hanya perlu membatasi ukuran porsi Anda," ucap Moskovitz.

8. Sushi

Gulungan sushi juga bisa menipu. Meski terlihat tampak kecil, tetapi jumlah kalori yang terkandung di dalamnya cukup besar dan bisa menjadi bom waktu bagi ukuran pinggang Anda. Satu gulungan sushi memiliki lebih dari 500 kalori. Moskovitz merekomendasikan agar menghindari gulungan yang mencakup bahan-bahan seperti tempura, krim keju, keju parut, atau saus mayones pedas.


Source: www.kompas.com

Minggu, 26 Februari 2012

Efek yang Muncul Pada Tindikan Di Tubuh

Tak hanya di telinga, menindik badan sudah menjadi hal yang umum saat ini. Meskipun menindik badan relatif aman, tindakan ini sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Berikut efek tindikan di beberapa bagian tubuh yang sering muncul.

Komplikasi bervariasi tergantung pada bagian badan yang ditindik, bahan yang digunakan, pengalaman praktisi yang menindik, kebersihan alat dan perawatan setelah ditindik.

Dalam salah satu penelitian mengenai tindik badan, para peneliti dari Northwestern University menemukan bahwa sekitar 20 persen dari tindikan menyebabkan infeksi.

Infeksi merupakan komplikasi yang paling umum, diikuti oleh alergi, perdarahan, jaringan parut dan gangguan saat menjalani prosedur medis, seperti ronsen dan USG.

"Karena tindikan semakin populer, para petugas perawatan kesehatan harus makin akrab dengan cara melepas perhiasan dalam situasi darurat, serta memahami komplikasi dan risiko kesehatannya," kata peneliti, Jaimee Holbrook, MD, pakar dermatologi di Northwestern University seperti dilansir Los Angeles Times, Minggu (26/2/2012).

Beberapa gangguan yang dialami berdasarkan tempat tindikan adalah:

1. Tindikan di bagian mulut atau lidah dapat menyebabkan kesulitan berbicara dan makan, pengeluaran air liur yang berlebihan dan gangguan pada gigi.
Tindikan di mulut dan hidung dapat tersedot bahkan masuk ke dalam badan sehingga membutuhkan operasi untuk mengambil tindikan.

2. Tindikan di puting dapat merobek kulit. Gangguan galaktorea atau air susu yang mengalir tiba-tiba dari payudara juga dapat disebabkan oleh menindik puting.

Wanita yang sedang hamil atau menyusui dan memiliki tindik atau ingin ditindik sebaiknya menyadari komplikasi langka yang dapat mempengaruhi dirinya sendiri atau anaknya.

3. Tindik pusar, menindik bagian tubuh ini sangat memungkinkan terjadinya infeksi karena iritasi dari pakaian ketat yang digunakan. Hal ini karena kulit pusar merupakan bagian yang sangat sensitif.

3. Tindikan di kelamin dapat menyebabkan kemandulan karena infeksi, mengahalangi jalannya air seni, hingga menyebabkan jaringan parut.
Pada pria, priapism atau rasa sakit ketika ereksi bisa terjadi akibat tindikan di kelamin.

4. Tindik alis, menindik bagian tubuh ini sangat berisiko jika tidak dilakukan ditempat yang tepat. Tindik harus dilakukan pada sudut 40 derajat dari sudut luar mata. Jika tempatnya tidak tepat maka berisiko mengalami kerusakan saraf, karena daerah tersebut mengandung 3 saraf supra orbital besar.

5. Tindik telinga bagian atas, menindik bagian telinga tersebut lebih berbahaya karena terdapat tulang rawan disepanjang tepi telinga. Jika terjadi infeksi di bagian tulang rawan tersebut akan lebih sulit untuk diobati dan bisa memicu kecacatan pada telinga.

Banyak penelitian yang menyimpulkan bahwa tindik badan bisa dijadikan sebagai penanda perilaku yang berbahaya, gejala gangguan psikologis dan ciri kepribadian anti sosial.

Untuk menghindari komplikasi, pencegahan adalah kuncinya. Orang yang ingin badannya ditindik sebaiknya mempertimbangkan riwayat medisnya dengan lengkap untuk mengetahui kondisi yang dapat menyebabkan komplikasi. Selain itu, memilih penindik badan yang memenuhi syarat juga perlu untuk meminimalkan risiko.

Dr Holbrook menyarankan bagi orang yang mau ditindik untuk mempertimbangkan sembilan hal sebagai berikut.
1. Infeksi: Apakah pernah memiliki infeksi sebelumnya?
2. Masalah kesehatan: Apakah pernah mengalami asma, gatal-gatal atau reaksi alergi yang parah?
3. Gaya hidup: Apakah sering mencopot tindik ketika bekerja atau olahraga?
4. Masalah penyembuhan: Apakah memiliki kecenderungan mengalami perbesaran organ atau luka yang tumbuh menjadi kulit baru?
5. Anatomi: Apakah bagian tubuh yang ingin ditindik sudah tepat?
6. Profesional: Apakah penindik telah cukup terlatih?
7. Riwayat kesehatan: Apakah penindik memeriksa riwayat medis dengan lengkap, termasuk riwayat alergi, penyakit sistemik, terutama penyakit jantung, diabetes mellitus atau kondisi lain yang rentan terhadap infeksi?
8. Bahan yang tepat: Apakah penindik menggunakan bahan yang sesuai, seperti perhiasan bebas nikel, untuk meminimalkan risiko alergi dan infeksi?
9. Petunjuk perawatan: Apakah mendapat petunjuk perawatan setelah ditindik? Untuk tindikan di lidah, jangan minum aspirin selama tujuh hari dan obat anti radang non-steroid setidaknya satu hari sebelum prosedur menindik dan tujuh hari setelah tindikan. Aspirin dan obat anti radang non steroid dapat meningkatkan perdarahan.


Source: www.detikhealth.com

Kamis, 23 Februari 2012

Bahaya Kebanyakan Duduk Bagi Kesehatan

Hasil penelitian menunjukkan, gaya hidup kurang aktif atau sedentari dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit kronis meskipun Anda telah meluangkan waktu untuk berolahraga.
"Jika orang-orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, meski telah berolahraga secara rutin, mereka tetap berisiko tinggi terkena penyakit kronis. Jika mereka mau menambah gerakan dalam rutinitasnya sepanjang hari, mereka akan merasa lebih baik dan terhindar dari masalah kesehatan," ujar John Thyfault, asisten profesor nutrisi dan fisiologi dari Universitas Missouri.
Dalam penelitian terbaru, Thyfault dan timnya menemukan bahwa mereka yang gaya hidupnya berubah dari level aktivitas tinggi (lebih dari 10.000 langkah setiap hari) menjadi tidak aktif (kurang dari 5.000 langkah per hari) berisiko lebih tinggi mengidap diabetes tipe 2.
Menurut Thyfault, aktivitas yang menuntut seseorang jarang duduk seperti tak terlihat pengaruhnya terhadap seseorang. Tetapi, dalam jangka panjang hal itu dapat mencegah kenaikan berat badan.
Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan Journal of Applied Physiology, para peneliti berpendapat, gaya hidup kurang aktif merupakan penyebab utama penyakit kronis, seperti diabetes, obesitas, juga penyakit perlemakan hati. Berolahraga secara teratur pun mungkin belum cukup bagi mereka yang banyak duduk untuk menekan risiko penyakit ini.
Beberapa penelitian juga membuktikan bahwa menghabiskan sebagian besar waktu dengan duduk dapat memicu risiko kematian.
"Setiap orang harus mencoba mengambil paling tidak 10.000 langkah setiap hari. Tak perlu dilakukan sekaligus, tapi melakukan 500 hingga 1.000 langkah setiap beberapa jam sudah terbilang bagus," ujar Scott Rector, asisten profesor nutrisi dan olahraga fisiologi dari Universitas Missouri.
Perubahan kecil dapat meningkatkan jumlah langkah orang-orang dalam kegiatan rutin mereka. "Cobalah untuk menggunakan tangga dibanding dengan elevator, berjalan menuju meja teman kantor dibandingkan dengan memanggil mereka, atau meluangkan sedikit waktu untuk Anda sedikit berjalan-jalan sepanjang hari," tambahnya.


Source: www.kompas.com

Rabu, 22 Februari 2012

Kecepatan Berjalan dan Risiko Pikun

Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan cara baru untuk memprediksi demensia yakni dengan melihat kecepatan saat berjalan kaki. Peneliti mengindikasikan, orang berusia lanjut yang kecepatan berjalannya lambat, berisiko mengalami demensia. Namun para peneliti menegaskan, perlu riset lebih lanjut untuk memahami hubungan antara keduanya.
Menurut ilmuwan, beberapa riset sebelumnya juga telah menghubungkan antara berjalan lambat dan risiko masalah kesehatan. Studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal pada 2009 misalnya, mengatakan ada hubungan yang kuat antara kebiasaan berjalan lambat dengan kematian dari serangan jantung dan masalah jantung lainnya. Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan Journal of American Medical Association Study mengindikasikan adanya hubungan antara berjalan lebih cepat di atas usia 65 tahun dengan kesempatan hidup lebih lama.

"Untuk sementara, kelemahan dan kurangnya aktivitas fisik pada orang tua telah dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Tapi sampai saat ini kami tidak yakin apakah risikonya sama pada usia menengah," kata Dr Erica Camargo, yang melakukan penelitian terbaru di Boston Medical Centre.

Dalam riset terbaru, peneliti melakukan scan otak, untuk menilai kecepatan berjalan dan kekuatan cengkraman pada 2.410 orang yang berusia rata-rata 62 tahun. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa setelah diikuti selama 11 tahun, ada 34 orang yang telah mengalami demensia dan 79 mengalami stroke. Temuan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Academy of Neurology.

Para peneliti berkesimpulan, cara berjalan yang cenderung lambat terkait dengan risiko yang lebih tinggi mengidap demensia. Sementara memiliki cengkraman yang kuat dikaitkan dengan rendahnya risiko stroke.

"Ini adalah tes dasar yang dapat memberikan wawasan tentang risiko demensia dan stroke dan dapat dengan mudah dilakukan oleh seorang ahli saraf atau dokter umum," jelas Carmago.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mengapa hal ini terjadi dan apakah penyakit praklinis dapat menyebabkan berjalan lambat dan penurunan kekuatan," tambahnya.

Sementara itu, Dr Marie Janson, direktur pengembangan di Alzheimer Research UK mengatakan, meskipun studi ini belum dipublikasikan secara penuh, hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan penting, apakah masalah fisik, seperti kesulitan berjalan, bisa mendahului gejala lain yang terkait dengan demensia.

"Studi lebih lanjut bisa memberikan pengetahuan baru bagaimana kecepatan berjalan dan demensia mungkin berhubungan," katanya.

Dr Anne Corbett dari Alzheimer Society mengatakan bahwa ada banyak hal yang dapat orang lakukan untuk mengurangi risiko terkena demensia. "Kami merekomendasikan Anda makan diet seimbang yang sehat, tidak merokok, menjaga berat badan sehat, berolahraga teratur. Dan periksa tekanan darah dan kolesterol secara teratur," katanya.


Source: www.kompas.com

Selasa, 21 Februari 2012

5 Alasan Terbaik Untuk Minum Air Putih Dalam Jumlah Cukup

Air sangat penting untuk kehidupan, dan juga banyak memiliki manfaat kesehatan. Dibandingkan dengan berbagai makanan dan minuman sehari-hari, air putih paling bebas kalori dan sangat murah. Air putih juga dapat mendorong kinerja dasar tubuh. Semua sistem dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik.

Sektar 90 persen dari semua reaksi kimia dalam tubuh juga membutuhkan air. Kira-kira alasan terbaik apa saja yang mengharuskan mengonsumsi air putih yang cukup?

Berikut adalah 5 alasan terbaik untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup seperti dikutip dari MSNHealth, Senin (20/2/2012) antara lain:

1. Membantu mengurangi stres

Minum air sepanjang hari yang penuh tekanan dapat mengurangi stres akibat gejala yang beragam seperti sakit kepala, otot tegang, hati berdebar, dan energi yang rendah. Itu karena stres mempengaruhi semua sistem dasar tubuh dan ketika mengalami dehidrasi, maka akan meningkatkan efek stres.

Lebih dari setengah berat tubuh adalah air, pengurangan hanya sekitar 2 persen pada hidrasi memiliki dampak yang dramatis pada tingkat energi dan fungsi kognitif. Dan dehidrasi lebih lanjut akan meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon stres.

Air tidak akan menyebabkan stres hilang. Tetapi air dapat memberikan lebih banyak energi, meredakan ketegangan, merilekskan pernapasan, dan mengurangi ketegangan pada jantung.

2. Banyak minum air dapat untuk menurunkan berat badan

Dalam sebuah penelitian pada tahun 2010, orang dewasa yang berusia 55-75 tahun, minum dua gelas air sebelum makan dikaitkan dengan penurunan berat badan hampir 4 kg dalam 12 minggu dibandingkan pada kelompok kontrol yang makan diet yang sama tapi tidak memiliki H20 sebelum makan. Peserta minum rata-rata 1,5 gelas air sehari sebelum studi.

3. Minum cukup air dapat mencegah sakit

Hidrasi membuat selaput lendir dapat berkerja dengan baik. Selaput lendir merupakan penjaga gerbang untuk sistem pertahanan alami yang membantu mencegah kuman seperti virus pilek dan flu. Ketika jaringan ini mengering, kuman dapat lebih mudah menembus ke nasofaring, dimana saluran hidung dan mulut bertemu.

Tingkat keparahan penyakit cenderung lebih rendah jika telah minum banyak air. Air merupakan langkah utama untuk menjaga kesehatan ketika sedang bepergian.

4. Membuat tubuh lebih nyaman

Minum akan membuat tubuh lebih hangat di hari yang dingin. Termostat internal dapat bekerja lebih baik ketika tubuh terhidrasi dengan baik. Air membantu mengatur suhu tubuh. Sistem tubuh pengatur suhuh, diatur oleh hipotalamus di otak, terus mengambil informasi yang memungkinkan untuk membuat penyesuaian untuk mempertahankan suhu inti cukup stabil.

Tetapi mekanisme tersebut akan bekerja kurang baik jika tubuh mengalami dehidrasi. Dehidrasi adalah risiko umum bagi orang-orang dari segala usia, di musim dingin maupun musim panas. Dalam cuaca dingin, misalnya tubuh kehilangan uap air melalui napas dan banyak orang cenderung minum lebih sedikit air dalam cuaca dingin.

5. Air dapat membantu menjaga tekanan darah

Air adalah yang mengaktifkan sistem saraf parasimpatik, yang terkait dengan melawan sistem yang membuat tubuh lebih waspada, menaikkan tekanan darah sesaat, dan meningkatkan energi. Pingsan setelah menyumbangkan darah sering dihubungkan dengan penurunan tekanan darah, dan air tetap akan melawan efek tersebut.

Tidak minum cukup air secara teratur juga dapat meningkatkan tekanan darah. Karena dehidrasi penyebab pembuluh darah mengerut karena tubuh berusaha untuk menghemat air yang kehilangan melalui keringat, buang air kecil, dan pernapasan. Ketika pembuluh darah menyempit, bagaimanapun jantung akan memompa lebih keras, sehingga tekanan darah naik.


Source: www.detikhealth.com

Sabtu, 18 Februari 2012

5 Makanan Super Penangkal Sakit

Dengan mengonsumsi makanan berikut ini, Anda tidak perlu mengandalkan asupan suplemen dan vitamin hanya untuk menunjang performa kesehatan.

1. "Wheat grass"
Wheat grass atau biasa disebut rumput gandum merupakan salah satu makanan super. Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa mengonsumsi rumput gandum dalam bentuk jus setiap hari dapat mencegah dan menyembuhkan jenis kanker tertentu. Rumput gandum tinggi akan kandungan mikronutrien, seperti lisin, vitamin C, kalsium, klorofil, dan protein.

2. Salad berdaun hijau
Banyak pilihan sayuran berwarna hijau yang bisa masuk dalam menu harian Anda, seperti bayam, kangkung, brokoli, dan sawi. Namun, alangkah baiknya jika Anda menikmatinya dalam bentuk sayuran yang mentah atau dengan mengukusnya. Sebaiknya sayuran tidak direbus karena bisa menghilangkan banyak kandungan vitaminnya. Sayuran hijau sangat baik untuk kesehatan bila dimakan mentah. Sayuran ini memiliki banyak vitamin A, C, dan K, zat besi, kalsium, dan folat. Mereka juga sumber terbesar serat.

3. Jus buah-buahan dan sayuran
Konsumsi jus buah dan sayuran adalah cara terbaik untuk mendapatkan jumlah besar antioksidan. Untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal, tambahkan beberapa lembar siung bawang putih ke dalam jus buah atau sayuran Anda karena bawang putih berfungsi sebagai antibiotik alami.

4. Segenggam kacang dan biji-bijian sehari
Almond mentah, kelapa, kacang mete, kenari, biji wijen, biji bunga matahari, dan biji labu memiliki kemasan gizi yang baik. Kenapa dikatakan bergizi? Itu karena jenis kacang dan biji-bijian ini memiliki kandungan "lemak baik" (monosaturated) yang dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kolesterol.

5. Makan buah setiap hari
Cara ini cukup mudah dan bisa Anda lakukan di mana saja. Caranya: bawalah sepotong buah di dalam tas ketika Anda berangkat kerja. Namun sebelumnya (sebelum sarapan), makanlah sepotong buah atau segenggam buah anggur. Pada tengah hari, makan kembali buah yang sudah Anda bawa, dan terakhir sebelum tidur.

Tips: Selalu makan buah saat perut sedang kosong. Delima, anggur, dan stroberi merupakan salah satu buah yang baik untuk Anda konsumsi karena memiliki sifat antioksidan, yang mampu membentengi tubuh Anda dari berbagai kuman penyakit.


Source: www.kompas.com

Rabu, 15 Februari 2012

Khasiat Antibiotik Alami dari Bawang

Penggunaan tanaman untuk mengobati penyakit sudah ribuan tahun diterapkan oleh masyarakat. Bawang termasuk diantaranya. Menurut catatan, bawang sudah sejak 3.500 tahun lalu dipakai dalam dunia kuliner dan pengobatan.

Meski baunya terlalu tajam tapi jika dibandingkan dengan makanan super lainnya seperti delima, red wine, atau teh hijau, ternyata bawang jauh lebih superior dalam pencegahan dan pengobatan penyakit.

Beberapa penyakit kronis seperti diabetes melitus, katarak, atau penyakit jantung merupakan sedikit contoh dari gangguan kesehatan yang bisa diatasi bawang. Selain itu bumbu dapur yang satu ini juga memiliki antibiotik yang kuat dan membantu mengurangi penyakit yang disebabkan kontaminasi bakteri.

Ratusan penelitian yang pernah dipublikasikan menyebutkan bawang secara alami memiliki komponen yang bersifat melindungi saraf dan sistem kardiovaskular, meningkatkan fungsi imun, melawan pertumbuhan tuor, serta membantu fungsi hormon yang sehat.

Salah satu manfaat bawang dalam mencegah penyakit jantung adalah karena kemampuannya menurunkan kolesterol, mencegah pengerasan arteri, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, serta menjaga tekanan darah tetap normal.

Secara mengejutkan bawang juga memiliki aktivitas antikanker dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Memang bawang tidak secara tunggal mencegah diabetes, Anda masih harus mengimbanginya dengan membatasi makanan tinggi gula dan lemak.

Manfaatkan keampuhan bawang dengan mengonsumsinya setiap hari. Meski sebenarnya bawang mentah mengandung banyak komponen berkhasiat, namun bawang yang diolah dengan cepat kandungannya tak berkurang banyak.

Yang perlu diingat dalam mengolah bawang adalah hindari mengupasnya terlalu dalam sebab kandungan kulit terluarnya justru mengandung flavonoid atau pencegah kanker yang lebih banyak.


Source: www.kompas.com

Selasa, 14 Februari 2012

Sekilas Tentang Fase Penuaan pada Diri Anda


Ketika mendengar kata penuaan, yang terlintas dibenak kita biasanya adalah segala sesuatu yang ada hubungannya dengan kondisi kulit yang mulai kendur dan keriput. Tetapi arti penuaan sesungguhnya adalah menurunnya beberapa fungsi organ tubuh. 

Seiring dengan bertambahnya usia, proses penuaan akan terus terjadi, tetapi kita sering tidak menyadarinya. Fase penuaan dalam hidup manusia sebenarnya dibagi menjadi tiga fase, yaitu fasesubklinis (yang terjadi ketika manusia berusia 25-35 tahun), fase transisi (usia 35-45), dan faseklinis (di atas 45 tahun). 

Pada fase subklinis, tubuh manusia sudah mengalami proses penuaan, tapi seringkali tidak diakui karena tidak ada gejala yang menyertainya. 

Sementara itu, pada fase transisi, gejala penuaan mulai muncul. Pada fase ini, hormon tubuh akan mengalami penurunan hingga 25 persen, gula darah mulai meningkat, massa otot menjadi lebih kecil, dan mulai timbul masalah pada jantung serta obesitas.

Ketika seseorang memasuki fase klinis, tanda-tanda lanjutan dari proses penuaan semakin terlihat. Tanda-tanda yang paling jelas di antaranya gangguan penyerapan nutrisi dan mineral, menurunnya kepadatan tulang, mulai munculnya gejala penyakit kronis, dan penurunan fungsi seksual. 

Pada fase itu, biasanya orang tersebut sudah mulai merasa tua, terutama ketika anak-anaknya sudah menikah dan memiliki cucu.

Hambat Penuaan

Setiap manusia yang memang tidak bisa lepas dari proses penuaan, namun penuaan bisa dicegah atau dihambat. Salah satu cara adalah dengan menggunakan antioksidan yang mencegah radikal bebas dan mencegah kerusakan sel atau jaringan.

Pada dasarnya, setiap manusia memiliki antioksidan alami yang ditemukan di setiap sel dalam jaringan tubuh, seperti Super Oxide Dismutase (SOD), katalase, peroksidase gluthatione, dan sebagainya. Antioksidan alami tersebut secara langsung akan berurusan dengan radikal bebas dan menjadi pelindung bagi tubuh Anda.

Namun, semakin tua seseorang, jumlah antioksidan alami yang diproduksi tubuh mulai menurun, padahal jumlah radikal bebas terus meningkat, sebagian karena paparan polusi dan bahan pengawet yang ditemukan dalam makanan. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan tambahan antioksidan, baik dari makanan, minuman dan suplemen.

Suplemen antioksidan tetap diperlukan terutama jika Anda tidak bisa makan sayuran atau buah segar setiap hari dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, merokok, minum alkohol, aktivitas fisik terlalu berat, memiliki beban psikologis, dan tinggal di lingkungan yang tercemar.

Cara lain untuk memperlambat proses penuaan adalah dengan melakukan detoksifikasi (menetralkan racun dalam tubuh), diet (mengurangi asupan lemak), latihan fisik, mengurangi stres, dan harmonisasi hormon.



Source: www.kompas.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More